jika saya bung,saya akan bertunas.saya ingin menghargai awal hari-hari muda saya tanpa penyesalan
Senin, 02 Juni 2014
part.1 tentang kita (my rainbow)
dari: merah
untuk: 7 angels the rainbow of love
ini kisah nyata, bukan dongeng, bukan pula cerita fiksi yg tokoh-tokohnya hanya ada dalam khayalan. ini sepotong cerita dari sebuah desa terpencil nan sanat tidak terkenal. disini kehidupan berjalan sangat biasa, tak ada yg sangat menonjol. desa itu bernama kuok, terletak entah disudut mananya provinsi riau, saya ragu apakah desa ini masuk dlm peta atau tidak. namun begitu, desa ini pun tidak terlalu kolot dan kampungan, pendidikan disini cukup bagus, walau jg tak dapat disetarakan dengan pendidikan dikota. disinilah cerita itu berawal, kisah 7 anak mnusia yg mungkin bagi sebagian org mereka biasa, hanya 7 org gadis berusia 14 tahun yg sedang mekar dan merekah. tapi mereka berbeda, mereka tidak biasa dan sebetulnya ini rahasia, namun karena ini cerita tentang mereka, maka saya akan menatakannya. mereka bidadari, 7 bidadari cantik yg sedang mencari makna kehidupan, makna teman sejati dan tentu saja jg mencari cinta sejati. sekilas, mereka biasa saja, tak ada y istimewa, merek bersekolah dan bergaul sangat biasa. mereka semua pintar, dan itu lah yg membuat mereka bertemu di sebuh kelas istimewa di sebuah sekolah istimewa yg tidak begitu terkenal. dan inilah awal kisah mereka.
"teng....teng... teng....." ini hari pertama msk sekolah, sebut dia merah, hari ini dia sangat bersemangat bersama sahabatnya biru, dia melangkah pasti menuju lapangan untuk mendengar pengumuman pergntian siswa untuk masuk kelas istimewa, dengan prestasi yg pasti, merah optimis bahwa ini hari keberuntungannya, begitu bun biru yg memang sudah setahun ada di kls istimewa itu. dan akhirnya pengumuman itu.... " baik lah anak-anak, pagi ini bapak akan mengumumkan mereka yg berhak untuk duduk dikursi istimewah di kelas istimewah pada smester ini, dan mereka adalah.siani,,sianu,,..." begitu pak suhardi wakakes mengumumkan, dan disalah satu nama itu terseliblah nama merah dan seorg temannya wardah, dn bangga mereka melangkah menuju kelas baru dan berkenalan dgn teman-teman bru, tepatnya sainan baru. hari ini menggembirakan bagi mereka, namun ada beberapa pula anak yg bersedih karena harus melepas kursi istimewa, bkan karena mereka kurang pintar, namun keberuntungan saja y tak lg berpihak. merah marasa sgt bahagia dgn teman-teman baru danterenting disana ada sahabat nya biru. disinilah awalnya, perkenalan dengan hijau yg begitu keras kepala, sicantik jingga, si pintar nila, dan tentu saja y tulalit si ungu. itulah kesan pertama merah pada teman-teman y baru dikenalnya, dia duduk di barisan terdepan namun bukan pada kursi berpasangan. hari demi hari dijalankanya dengan senang dngat menyenangkan, dan ada satu lagi sikuning yg pada tahun ini kurang beruntung karena harus meningalkan lokal ini, namun begitu mereka tetap berteman dekat. mereka bertuju sering pergi makan bersama, sholat bersama, jalan-jalan bersama, dan terpentin menghabiskan waktu makan siang bersama sambil duduk bercerita tentang kisah yg indah. sungguh indah hidup mereka, hingga peri yg dikahyanganpun merasa iri terhadap mereka. mereka menjalankan hari-hari dengan seenyuman, dan hari-haripun berrganti bulan, tibalah smester berikutnya, pertukaran siswa dikelas istimewa, sedih. terjadi lagi kepergian salah satu teman kami, kali ini yg kurang beruntung si ungu, ia terpaksa meningalkan kelas istimewa ini, dan kabar bahagia nya kuning mendapatkan menggantikan kursi istimewa itu. hari-hari mereka kembali indah, bukannya merreka tak pernah berkelahi atau marahan, namun cinta berkawan telah merekatkan hati mereka, merah dan hijau adalah tukang debat yg sama-sama handal, merah sangat keras kepala dan hijau tipe yg tak bisa mengalah, jadilah hari-hari indah merreka warnai dgn debat berkepanjangan yg sgt tidak penting. (rahasianya, hijau katanya sgt tdak suka makan coklat, tapi sampai hari ini merah masih meragukannya).
"teman-teman, apa kalian udh punya rencana untuk melanjutkan sekolah dimana setelah dari sini?" tanya nila disuatu suatu pagi saat berjalan ke masjid untuk shalat dhuha.
"mungkin aku di man aja nila, aku anak perempuan satu-satuya dikeluarga, jd aku tak bisa jauh" sergah biru
"iya, aku juga. mungkin aku masuk SMA di bknang, aku anak bungsu, tak mungkin ku tinalkan abahku dan amak sendiri dirumah, sedang kakak-kkak ku semuanya jauh" lanjut jingga.
"kalo aku sih berencana kepekanbaru, mungkin mau masuk man model atau sekolah apa itu, yg penting kekota. karna semua kakakku sekolah di kota saat sma" sambung rini yg ternyata memancing hijau untuk berdebat.
"ahhh,, masak cuman kepakan baru. aku aja berencana sma di singapur. ayah aku sangat mendukung, mungkin aku akan sekolah di sinngapur, atau paling tidak di bandung lah" kata hijau dgn ekspresi sombong yg sangat dibuat-buat, tak mau kalah rini pun menyambut debatnya "ciah, sombon sekali gaya anak ini, entah lulus seleksi atau ngag, gaya pulak mau ke singapur dan blala...bla..bla..." beitulah pertengkaran ini berlanjut sampai salah satu dari mereka akan berkata "TERSERAH". itu tanda kekalahan, begitu setiap hari, mereka bertengkar, lalu kembali tertawa bersama tanpa ada menyimpan dendam dihati, sedang nila,biru, kuning, jinga dan ungu hanya akan tutup telina dan melarikan diri dari perrdebatan tidak penting. walau tidak penting, tapi itulah y menjadi kenangan indah bagi merah, memiliki teman bertengkar memiliki tempat tersendiri di memorynya.
dan ini baru awal dari kisah ini,,,:)<photo id="1" />
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar